Reporter : Ardyan Mohamad
Pedagang beberapa pasar tradisional DKI Jakarta mendukung langkah pemerintah mempreteli kewenangan Kementerian Pertanian dalam pelaksanaan impor bahan pangan. Sebagian pelaku usaha menuding, langkah Kementan membatasi pasokan buah, sayur, dan daging sebagai biang mahalnya harga di pasaran.
Aris (38) pedagang bawang dan cabe yang berdomisili di Pangkalan Jati, Depok menganggap Kementan penyebab langkanya pasokan beberapa produk hortikultura. Akibatnya, harga selama setengah tahun terakhir naik turun.
"Bawang merah itu baru sehari ini bisa turun Rp 55.000 per kilogram, sebelumnya sampai Rp 85.000 per kilo, ini gara-gara impor dilarang masuk sama Kementan," ujarnya kepada http://kabarpedagang.blogspot.com, di Pasar Pondok Labu, Jakarta Selatan, Sabtu (20/7).
Pedagang lain, Mariana (31) asal Cinere, Depok, tak habis pikir mengapa pemerintah tak becus mengurusi pasokan bahan pangan yang jelas akan melonjak jelang puasa. Dia setiap hari mengambil jatah di Pasar Induk Cipinang, dan tahu bahwa bawang merah ataupun cabe rawit benar-benar tidak tersedia.
"Rawit merah itu yang sekarang masih tinggi, sempat Rp 150.000 per kilo minggu lalu. Kerasa banget ini gara-gara impor dilarang masuk," tandasnya.
Saat diberi tahu bahwa Kementerian Perdagangan sudah bersiap memasukkan bawang merah dan cabe impor, Mariana mengaku bersyukur. Sebab pedagang kecil sepertinya bakal ditinggal pembeli jika terus-terusan menjual sayur dan bumbu dapur terlalu mahal.
"Alhamdulilah kalau emang (ada impor), semoga bisa cepet turun. Jangan dibatas-batasi lagi lah," ungkap ibu dua anak ini.
Dari data Kemendag, 9.715 ton cabe dan 16.781 ton bawang merah akan datang bertahap mulai akhir Juli hingga Desember 2013. Impor baru dihentikan, khususnya untuk komoditas bawang merah, ketika Brebes sudah mengabarkan panen raya.
Di sisi lain, Kementan resmi tak banyak berwenang dalam tata niaga impor bahan pangan. Menteri Pertanian Suswono sudah sepakat untuk tidak menjadi penentu Persetujuan Pemasukan (RPP) daging sapi.
Setelah daging, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan mengatakan tata niaga komoditas hortikultura bakal menyusul kembali jadi tugas pihaknya. "Ke depan akan kita perbanyak komoditas yang tidak pakai kuota (dari Kementan) tidak hanya daging. Kan sekarang perizinan impor sudah disatuatapkan, termasuk di dalamnya 3 produk hortikultura, akan kita perbanyak," kata Gita kemarin.
Sistem importasi mulai 2014 akan menggunakan mekanisme harga acuan (parity index). Karena memakai patokan harga, maka hampir pasti sistem pembatasan jumlah impor tidak lagi berlaku.
"Ke depan enggak harus ada kuota-kuota lagi. Paritas harga nantinya sebagai trigger untuk melakukan impor atau tidak melakuan impor," ungkap mendag.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar