Senin, 22 Juli 2013 | 12:16 WIB
Ilustrasi daging sapi. TEMPO/Aditia Noviansyah
http://kabarpedagang.blogspot.com, Surakarta - Dinas Pertanian Surakarta menemukan sejumlah pedagang curang dalam inspeksi pedagang daging di pasar-pasar tradisional, Senin pagi, 22 Juli 2013. Mereka menemukan pedagang yang menjual daging busuk. Daging yang berbau menyengat ditemukan di lapak seorang pedagang di Pasar Nusukan, Sutrisno. Daging berupa organ dalam sapi dijual dalam keadaan sudah direbus. "Saya tidak tahu jika dagingnya sudah busuk," kata Sutrisno, 43 tahun. Warga Boyolali itu mengaku tidak tahu daging empat kilogram yang dijualnya sudah busuk. Dia mendapat daging dari pemasok di Kartasura. Sebelum dijual, dia merebus daging. Selama ini, pedagang memang biasa menjual organ dalam sapi dalam kondisi telah direbus. "Tadi memang sempat heran lantaran tekstur dagingnya berubah setelah direbus," katanya. Sebelum daging itu terjual, tim dari Dinas Pertanian datang. Meski demikian, tim inspeksi tidak percaya alasan si pedagang. "Baunya saja sudah begitu menyengat," kata Kepala Dinas Pertanian Surakarta, Weni Ekayanti. Dinas kemudian segera menyita daging tadi untuk dimusnahkan dengan cara dibakar. Weni yakin bahwa daging tersebut telah busuk sebelum direbus. "Kondisi fisiknya tidak bisa menipu," katanya. Dia berjanji untuk segera memanggil pemilik kios. "Sebab yang berjualan tadi hanya karyawannya," kata Weni. Selain empat kilogram daging busuk, tim tersebut juga menyita 22 kilogram daging sapi gelonggongan dari tangan pedagang lain di Pasar Nusukan. Sementara tim lain yang terpisah mendapatkan temuan daging gelonggongan seberat 8,5 kilogram di Pasar Jebres. Weni berjanji untuk lebih mengintensifkan inspeksi selama menjelang dan setelah Lebaran. AHMAD RAFIQ
Berita Terpopuler:Melawan FPI, Tiga Orang Kendal Ditangkap PolisiJokowi: Blusukan Modalnya Jalan KakiFITRA: Gaya Blusukan Jokowi Mirip ArtisSBY Minta Polisi Tindak Tegas FPISiswi Meninggal, Menteri Nuh: Harus Diusut Tuntas
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar