Ilustrasi daging sapi. TEMPO/Aditia Noviansyah
http://kabarpedagang.blogspot.com, Jakarta - Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran mengungkapkan alasan pedagang daging menolak operasi pasar yang dilakukan Perum Bulog. Menurut dia, pedagang khawatir akan merugi bila dititipkan daging beku impor yang disalurkan Bulog."Daging titipan itu bisa merusak harga. Padagang, kan, sebelumnya sudah beli daging yang lebih mahal dan segar dari Bulog, nanti daging yang sebelumnya malah tidak laku. Siapa yang mau dagang rugi?" kata dia. (Baca: Menteri Gita Baru tahu daging impor ditolak pedagang)Apalagi, Ngadiran melanjutkan, Bulog hanya memberikan keutungan kotor Rp 7 ribu per kilogram atas daging titipan yang terjual. "Rp 7 ribu itu keuntungan kotor. Seperti kita tahu daging beku itu bisa menyusut kalau didiamkan lama-lama, jadi untung yang diterima tidak segitu," katanya.Sebenarnya pedagang terbuka bekerja sama dengan Bulog bila pasokan daging operasi pasar dipasok setiap hari. "Kalau sehari dua hari, pembeli marah. Kemarin beli murah sekarang mahal," katanya.Dengan pasokan setiap hari, kata dia, pedagang bisa mengatur daging yang dia beli di bandar. "Kalau ini kan sosialisasi kurang, tiba-tiba datang saja."Ia membantah bila dikatakan pedagang sengaja mempertahankan harga daging mahal. "Yang sebabkan harga mahal itu peternak yang tidak mau lepas dengan harga normal," katanya.Pedagang, kata dia, turut rugi dengan harga yang mahal. "Modalnya jadi besar, jadi mesti cari hutangan," katanya. "Belum lagi harga yang mahal membuat pedagang susah mencari pembeli."Berita lainnya:Yusuf Mansur Minta Maaf Langgar AturanYusuf Mansur Beli Apartemen Ini untuk InvestasiApartemen Investasi Yusuf Mansur Kosong MelompongDealer Ford Terbesar Se-Asean Ada di Bekasi
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar