Senin, 22 Juli 2013 | 19:04 WIB
Pembeli berebut mendapat daging sapi yang dijual murah di "UKM Expo" di Lapangan Parkir IRTI Monas, Jakarta, (18/7). Harga daging sapi dijual Rp65.000/kg di stan tersebut. ANTARA/Fanny Octavianus
KABAR PEDAGANG, Surabaya - Setelah Sabtu kemarin gagal bertemu pengelola PD Pasar Surya, sekitar 20 orang pedagang daging Pasar Wonokromo, Surabaya, yang didominasi ibu-ibu ramai-ramai menyerbu kantor cabang PD Pasar Surya (PDPS) di Wonokromo, Senin, 21 Juli 2013. Mereka mempertanyakan ihwal daging operasi pasar (OP) yang masih dijual di Pasar Wonokromo.Suhariah, seorang pedagang daging, menuturkan dagingnya semakin tak laku begitu pasokan daging beku yang diklaim dari Rumah Potong Hewan lokal masuk ke Wonokromo. Ia mendesak pengelola PD Pasar Surya segera menghentikan pasokan daging OP di Pasar Wonokromo.Sejak OP digelar, ia mengaku hanya mampu menjual 50 kilogram daging per hari, padahal sebelumnya bisa sampai 80 kilogram. "Pengelola pasar jangan ikut-ikutan jualan daging. Kalau begini kita bisa rugi. Pokoknya dilarang jualan daging beku," kata dia di depan pengelola Pasar Wonokromo.Pedagang lainnya, Sukarti, berharap PDPS tidak menutup mata terkait masalah ini. Daging mahal, kata dia, karena harga timbang sapi hidup di pasar tradisional sudah mahal. Pedagang daging hanya mengikuti harga di hulu untuk menentukan harga di hilir. Jika harga ingin turun, Sukarti menegaskan butuh impor sapi siap potong, bukannya daging impor.Dengan begitu, pemerintah bisa mengintervensi langsung menentukan harga sapi hidup. Kepala Pasar Wonokromo, Masrur, terlihat pasrah menghadapi serangan bertubi-tubi pedagang daging di pasarnya. Ia berkilah hanya ketempatan operasi pasar dan tidak berhak melarang daging beku dijual di Pasar Wonokromo. Masrur mengusulkan agar daging beku lebih baik dijual langsung ke konsumen atau supermarket, bukan lewat perantara pasar tradisional. Konflik terus berlangsung apabila daging beku tetap dijual di pasar tradisional. PSDS sebenarnya tidak bermaksud menjadi pesaing pedagang, tapi ini sudah kebijakan Pemerintah Kota Surabaya. "Lebih baik dijual ke konsumen langsung, ini saran saja. Saya juga repot menghadapi pedagang ini," kata Masrur. Sejak OP digelar Kamis minggu lalu, daging beku yang dijual lewat Pasar Wonokromo sebanyak 165 kilogram dengan asumsi per kardus seberat 15 kilogram. Masrur sendiri bingung asal muasal daging beku tersebut. Pedagang menuding daging itu berasal dari impor, tapi Masrur berkukuh dari peternak lokal. Sebab, Masrur melihat label karton ada cap Surya Beef dan di pojok kanan atas bercap LPPOM MUI. DIANANTA PUTRA SUMEDI (SURABAYA)
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar