LENSAINDONESIA.COM: Puluhan pedagang mainan dan karpet di Pasar Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur saat ini masih masih 'nekat' menduduki lapaknya paska penertiban oleh puluhan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) pada Selasa (23/7/13). Padahal, terlihat juga para anggota Satpol PP masih sedang berjaga-jaga di area pasar tersebut. Yang ditakutkan, kericuhan antara pedagang dan anggota Satpol PP kembali terjadi.
Menurut salah satu pedagang karpet di Pasar Gembrong, Anto (30), tindakan para anggota Satpol PP yang ingin menertibkan badan jalan Basuki Rahmat dari para pedagang, dianggap sudah tak wajar, bahkan dinilai layaknya seorang preman pasar.
Baca juga: Satpol PP Mojokerto tutup paksa Sanrio Mart dan Pemkot Jakarta Selatan menjaring 38 PMKS
Pasalnya, saat penertiban berlangsung petugas yang baru saja turun dari mobil langsung menarik karpet dan menarik meja dagangannya yang berada tepat di badan jalan. "Sebelumnya sekitar jam 10.00 WIB petugas memang kesini tapi hanya lewat saja, dan sekitar jam 12.00 WIB petugas kembali lagi dan langsung saja menarik-narik karpet yang lagi di pajang, dan bertindak kasar layaknya preman saja," Cerita Anto pada LICOM saat ditemui di Pasar Gembrong, Rabu (24/07/13).
Anto, sudah berdagang karpet di sisi jalan di Pasar Gembrong selama 4 tahun. Dirinya, mengaku selama berdagang di tempat ini baru kali ini, tindakan Satpol PP dianggap arogansi dan tidak wajar.
"Penertiban kali ini tidak ada pemberitahuan sebelumnya, kami marah karena tindakan petugas sangat tak lazim dilakukan, kami kan bukan binatang, setidaknya jika diberitahukan sebelumnya dengan baik-baik kami juga tidak akan marah," ketusnya.
Selain anggoto Satpol PP yang berjaga-jaga di Pasar gembrong, ada juga para anggota Dinas Perhubungan (dishub) yang ditugaskan untuk menertibkan lalu lintas di sepanjang jalan Basuki Rahmat.
Bahkan, saat kericuhan juga, Kepala Suku Dinas Perhubungan, Mirza Ariyadi mengakui, adanya tindakan tidak persuasif ke pedagang yang dilakukan anggota Satpol PP.
"Tujuan penertiban untuk mendorong pedagang ke trotoar agar tidak mengganggu lalu lintas, ternyata ada anggota Satpol PP yang tidak persuasif dan di respon oleh pedagang dengan perlawanan. Akhirnya terjadilah kericuhan. Mobil Satpol PP di pukul oleh massa. Semenjak awal ini tujuannya hanya sosialisasi agar para pedagang tidak membuat kemacetan," kata Mirza.
Saat dikonfiramsi terkait peristiwa penertiban yang berujung ricuh kemarin, Camat Jatinegara Sofyan Taher membenarkan, dalam penertiban yang dilakukan di pasar gembrong sedikit ada kericuhan yang terjadi akibat adanya beberapa anggota yang tidak bersikap persuasif.
"Memang tadinya saat melakukan penertiban ada anggota kami yang melakukannya tidak secara persuasif, sehingga menimbulkan kemarahan para pedagang, awalnya berlangsung kondisif, razia ini dilakukan karena selama ini pedagang membuat kemacetan. nantinya pihaknya akan terus melakukan penertiban guna membuat jalan Basuki Rahmat bebas dari para pedagang yang berjualan di badan jalan," terang Sofyan.@winarko
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar