Pedagang Daging Sapi Kembali Protes OP Daging

Diposting oleh moga


Pedagang daging protes manajemen Pasar Wonokromo Surabya dalam pertemua tersebut


Laporan Wartawan Surya,Achmad Amru

TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA- Sejumlah pedagang daging sapi kembali melakukan aksi menolak operasi pasar daging.


Kali ini aksi dilakukan di kantor Pasar Wonokromo Surabaya, Senin (22/7/2013).


Koordinator aksi pedagang daging pasar Wonokromo, Sairi mengatakan, para pedagang meminta OP daging di pasar Wonokromo dihentikan. Ini setelah adanya OP membuat pasar daging sepi pembeli.


"Pada saat OP yang pertama kami sempat menentang dan kami kira sudah dihentikan, ternyata hari Sabtu ada OP daging lagi sehingga pedagang resah," kata Sairi ditengah aksi para pedagang daging, Senin (22/7/2013).


Dijelaskan Sairi, OP daging di pasar wonokromo seharusnya tidak digelar berkali-kali. Hal itu berakibat pembeli pada mengalihkan pembelian di OP yang menjual daging lebih murah dari harga di pasar.


Dampak lanjutanya pedagang mengalami kerugian cukup besar karena dagingnya tidak laku dan terpaksa menyimpanya.


"Jika sudah memasuki masa penyimpanan biasanya harganya akan turun dan risikonya pedagang merugi karena harga jual tidak bisa menutupi harga beli kulakan," ucap Sairi.


Sedangan pedagang daging pasar Wonokromo, Umi meminta Pemerintah untuk memperhatikan nasib pedagang daging. Seharusnya OP tidak diwujudkan daging melainkan sapi berharga murah yang disalurkan ke pedagang sehingga bisa menjual daging dengan harga murah.


Cara OP semacam itu pernah dilakukan dan berhasil menekan harga daging di pasar.


"Kalau OP diwujudkan daging ini sama saja mematikan pedagang daging di pasar," ujar Umi.


Diakui Umi, kenaikan harga daging di pasar Wonokromo terjadi sejak memasuki bulan Ramadhan. Namun kenaikannya tidak drastis seperti yang terjadi di Jakarta dan daerah lain.


Bila sebelumnya harga daging mencapai kisaran Rp 75.000 - 78.000 per kilogram sekarang ini menjadi kisaran Rp 80.000 - 85.000 per kilogramnya.


"Dengan kenaikan harga kisaran Rp 5.000 kami kira masih wajar dan kenaikan itu berasal dari pemotongan hewan, bukan kami sendiri yang menaikkan," tutur Umi.


{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar