Laporan Wartawan Tribun Medan, Ayu Prasandi
TRIBUNNEWS.COM, MEDAN -- Pedagang di beberapa pasar tradisional di kota Medan sepertinya tidak berminat untuk menjual daging beku atau daging impor.
Hal tersebut dikarenakan, konsumen lebih tertarik untuk membeli daging lokal daripada daging impor yang menurut mereka tidak begitu jelas kualitas dagingnya.
Zaini, distributor daging di Pasar Firdaus Jalan Mandala Medan mengatakan, walau harga yang ditawarkan daging impor lebih murah dibandingkan daging lokal, tidak membuat minat pembeli meningkat.
Pasalnya, kualitas daging impor tidak sebagus daging lokal yang ada di pasaran saat ini. Tidak hanya itu, ia mengungkapkan, kekhawatiran pembeli, terutama umat Islam adalah pada proses pemotongannya.
Zaini menuturkan, saat ini harga daging impor masih dalam kisaran harga Rp 55 ribu hingga Rp 60 ribu per kilogram. Sementara harga daging lokal masih Rp 90 ribu perkilogram.
"Walaupun harganya murah, masyarakat kita masih membeli daging lokal karena bagi prinsip mereka, lebih baik membeli daging lokal dengan harga yang mahal, namun kualitas terjamin. Konsumen kan membeli daging tidak begitu sering, ada yang setahun sekali, jadi mereka lebih baik bayar mahal, daripada beli daging murah dengan kualitas yang belum terjamin juga, " jelasnya.
Mahmud pedagang daging lainnya di Pasar Simpang Limun Medan juga mengatakan hal yang sama. Banyak pembeli yang tidak berminat untuk membeli daging impor. Selama bulan puasa ini diakuinya belum ada pembeli yang mencari daging impor.
{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar